IMPLEMENTASI FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) UNTUK PENINGKATAN KUALITAS SUKU CADANG ALAT BERAT MERK KOMATSU PADA PT.XYZ

Sinaga, Mangadar Juni Filder (2026) IMPLEMENTASI FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) UNTUK PENINGKATAN KUALITAS SUKU CADANG ALAT BERAT MERK KOMATSU PADA PT.XYZ. Skripsi thesis, Universitas Buddhi Dharma.

[img] Text
COVER - BAB III.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf - Published Version

Download (570kB)

Abstract

Komatsu adalah salah satu merek alat berat yang digunakan hampir disetiap pekerjaan pertambangan, kontruksi jalan dan pembangunan. PT.XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang jual beli alat berat bekas, dimana alat berat merek komatsu menjadi keluhan dari konsumen terkait suku cadang. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian standar komponen dan kelemahan sistem pemeliharaan, sehingga diperlukan analisis menyeluruh untuk mengidentifikasi komponen paling kritis beserta akar penyebab kegagalannya. Tujuan penelitian ini meliputi penentuan alat berat dengan tingkat kerusakan tertinggi, identifikasi suku cadang yang paling sering gagal, penilaian tingkat risiko menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta penelusuran akar masalah melalui Fault Tree Analysis (FTA) untuk menghasilkan usulan perbaikan yang tepat. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder, yang selanjutnya diolah menggunakan FMEA untuk menentukan nilai Risk Priority Number (RPN) dan FTA untuk memetakan hubungan sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komatsu PC200-8 MO merupakan unit dengan kerusakan tertinggi. Solenoid dan kabel menjadi suku cadang dengan tingkat penggantian terbanyak. FMEA menemukan bahwa solenoid dengan mode kegagalan “macet” memiliki RPN tertinggi yaitu 192, diikuti kegagalan kabel dengan RPN 175. Melalui FTA, penyebab utama solenoid macet meliputi penggunaan oli tidak standar, kontaminasi kotoran, kerusakan seal, serta usia pakai komponen. Sementara itu, kegagalan kabel dipicu oleh soket yang tidak rapat, jalur kabel yang tidak tertata, dan penggunaan kabel yang tidak sesuai spesifikasi. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas suku cadang, perbaikan prosedur kerja teknisi, serta penerapan pemeliharaan preventif lebih ketat sangat diperlukan untuk meningkatkan keandalan alat berat dan menekan downtime.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: alat berat, FMEA, FTA, suku cadang.
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu Terapan (Bisnis) > 658 Manajemen Umum > 658.4013 Manajemen Kontrol dan Kualitas
Divisions: Fakultas Sains & Teknologi > Teknik Industri
Depositing User: Hariyanto Rie
Date Deposited: 05 Oct 2026 08:13
Last Modified: 05 Oct 2026 08:13
URI: https://repositori.buddhidharma.ac.id//id/eprint/3574

Actions (login required)

View Item View Item