ETNOGRAFI KOMUNIKASI MAKNA FESTIVAL LOMBA BALAP PERAHU NAGA PEH CUN PADA MASYARAKAT TIONGHOA PERANAKAN DI KARAWACI, KOTA TANGERANG

Febrianto, Febrianto (2026) ETNOGRAFI KOMUNIKASI MAKNA FESTIVAL LOMBA BALAP PERAHU NAGA PEH CUN PADA MASYARAKAT TIONGHOA PERANAKAN DI KARAWACI, KOTA TANGERANG. Skripsi thesis, Universitas Buddhi Dharma.

[img] Text
COVER - BAB 3.pdf - Published Version

Download (5MB)
[img] Text
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
BAB V - LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Festival Lomba Balap Perahu “Peh Cun” merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Tionghoa Peranakan (Cina Benteng) di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Festival ini tidak hanya dipahami sebagai kegiatan perlombaan perahu, tetapi juga menjadi bagian dari proses mempertahankan identitas budaya di tengah perubahan sosial dan modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat Tionghoa Peranakan memaknai Festival Peh Cun, bagaimana pola komunikasi dan komponen tutur yang muncul selama festival, serta bagaimana festival tersebut berfungsi dalam mempertahankan identitas budaya dan membangun solidaritas sosial.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Etnografi Komunikasi dan model analisis S.P.E.A.K.I.N.G. dari Dell Hymes. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tujuh informan kunci, dan dokumentasi pada pelaksanaan Festival Peh Cun periode 2025–2026. Informan penelitian terdiri dari ketua panitia, koordinator ritual, peserta lomba, sesepuh, masyarakat lintas etnis, serta pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Peh Cun merupakan sebuah peristiwa tutur (speech event) yang tidak dapat dipahami hanya dari aktivitas perlombaan. Delapan komponen S.P.E.A.K.I.N.G., yaitu Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms, dan Genre, saling berkaitan dalam membentuk makna komunikasi selama festival. Sungai Cisadane tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga dimaknai sebagai ruang budaya yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah dan leluhur mereka. Berbagai simbol, seperti perahu naga, tabuhan tambur, ritual pemandian perahu, dan pelepasan ancak, menunjukkan bahwa komunikasi dalam festival berlangsung melalui bahasa, tindakan, simbol, dan gerakan. Penelitian juga menemukan bahwa makna Peh Cun mengalami perkembangan. Tradisi yang memiliki akar kuat dalam budaya Tionghoa Peranakan kini juga menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan latar belakang etnis dan agama yang berbeda. Kondisi tersebut menunjukkan adanya proses akulturasi dan negosiasi budaya, di mana identitas budaya tetap dipertahankan tetapi tidak menutup ruang bagi kelompok lain untuk terlibat.Selain itu, Festival Peh Cun memiliki empat fungsi utama, yaitu mempertahankan identitas budaya sebagai living heritage, memperkuat solidaritas sosial, membangun integrasi sosial lintas etnis, serta menjadi media pewarisan nilai dan pengetahuan budaya kepada generasi muda. Keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan media digital juga menunjukkan bahwa pelestarian tradisi tidak lagi hanya bergantung pada pewarisan secara langsung, tetapi mulai dilakukan melalui bentuk komunikasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Festival Lomba Balap Perahu “Peh Cun” dapat dipahami sebagai ruang komunikasi budaya yang terus mengalami proses pemaknaan dan penyesuaian. Festival ini tidak hanya mempertahankan warisan budaya masyarakat Tionghoa Peranakan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun solidaritas, mempertemukan kelompok yang berbeda, dan menegosiasikan identitas budaya dalam kehidupan masyarakat urban Karawaci.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Festival Peh Cun; Etnografi Komunikasi; Identitas Budaya; Akulturasi; Solidaritas Sosial.
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 302 Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal > 302.2 Komunikasi
Divisions: Fakultas Sosial & Humaniora > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Muhamad Kemal Prasetyo
Date Deposited: 24 Sep 2026 08:22
Last Modified: 24 Sep 2026 08:22
URI: https://repositori.buddhidharma.ac.id//id/eprint/3561

Actions (login required)

View Item View Item